Explore Zika Virus: Mengenal Virus Zika


Bentuk dari Zika Virus
 
Wabah Zika Virus sedang naik daun diberita akhir-akhir ini. Penasaran apa itu Zika Virus? Simak aja translatean dari situs sebelah ya.. Semoga bermanfaat.

Virus Zika (ZIKV) adalah anggota dari Flaviviridae virus keluarga dan genus Flavivirus.

Pada manusia, awalnya menyebabkan penyakit ringan yang dikenal sebagai demam Zika, Zika, atau penyakit Zika, yang sejak tahun 1950 telah diketahui terjadi dalam sabuk khatulistiwa sempit dari Afrika ke Asia. Pada tahun 2014, virus menyebar ke arah timur melintasi Samudera Pasifik ke Polinesia Prancis, kemudian ke Pulau Paskah dan pada tahun 2015 ke Amerika Tengah, Karibia, dan Amerika Selatan, di mana wabah Zika telah mencapai tingkat pandemi.

Virus Zika berkaitan dengan dengue, demam kuning, ensefalitis Jepang, dan virus West Nile. Penyakit itu menyebabkan mirip dengan bentuk ringan dari demam berdarah, dan belum dapat dicegah dengan obat-obatan atau vaksin . Ada kemungkinan adanya hubungan antara demam Zika dan microcephaly pada bayi baru lahir oleh penularan dari ibu ke anak, serta kuat satu dengan kondisi neurologis pada orang dewasa yang terinfeksi, termasuk kasus sindrom Guillain-Barré.

Aedes, nyamuk yang menjadi penyebar virus Zika.


Virus ini pertama kali diisolasi di April 1947 dari monyet monyet rhesus yang telah ditempatkan dalam kandang di Zika Hutan Uganda, dekat Danau Victoria, oleh para ilmuwan dari Yellow Fever Research Institute. Sebuah isolasi kedua dari nyamuk A. africanus diikuti di situs yang sama di Januari 1948. Ketika monyet dikembangkan demam, peneliti terisolasi dari serum yang agen menular yang pertama kali digambarkan sebagai virus Zika pada tahun 1952. Dalam 1968, itu diisolasi untuk pertama kalinya dari manusia di Nigeria. Dari 1951 sampai 1981, bukti infeksi manusia dilaporkan dari negara-negara Afrika lainnya seperti Republik Afrika Tengah, Mesir, Gabon, Sierra Leone, Tanzania, dan Uganda , serta di bagian Asia termasuk India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.



Patogenesis virus dihipotesiskan untuk memulai dengan infeksi sel dendritik dekat lokasi inokulasi, diikuti oleh penyebaran ke kelenjar getah bening dan aliran darah. Flaviviruses umumnya bereplikasi dalam sitoplasma, tetapi antigen virus Zika telah ditemukan di inti sel yang terinfeksi.

Ada dua garis keturunan dari virus Zika, garis keturunan Afrika dan keturunan Asia. Studi filogenetik menunjukkan bahwa virus menyebar di Amerika yang paling erat kaitannya dengan strain Polinesia Perancis. Urutan genom lengkap dari virus Zika telah diterbitkan . Temuan awal Terbaru dari urutan dalam domain publik menemukan perubahan mungkin dalam nonstruktural protein 1 penggunaan kodon yang dapat meningkatkan tingkat replikasi virus pada manusia.

Puluhan Mahasiswa IPB terjangkit Hepatitis A

Virus Hepatitis yang awalnya menyerang organ Hati / Liver

Membaca laman kompas.com tentang puluhan (tepatnya 28 orang) mahasiswa IPB terjangkit hepatitis A rasanya kok miris juga ya.. Lingkungan kampusnya orang-orang yang berpendidikan tinggi pun tak luput dari penyakit Hepatitis tipe A. Oke kita ulas sedikit ya, apa sih hepatitis itu?.

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ Hati, yaitu timbulnya peradangan pada hati/liver. Hepatitis disebabkan oleh Virus hepatitis. Ada beberapa jenis virus yg menyebabkan hepatitis, yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, virus hepatitis E, dan virus hepatitis G.

Gejala Penyakit Hepatitis

  • Demam
Ketika tubuh telah terinveksi hepatitis maka akan menyebabkan demam seperti yang terjadi pada gejala flu. Sehingga akan membuat penderita penyakit hepatitis tidak akan menyadari bahwa yang di rasakan merupakan gejala dari penyakit hepatitis.
  • Sakit tenggorokan
Setelah penularan penyakit hepatitis setelah beberapa minggu juga akan mengalami sakit tenggorokan. Hal ini menujukan bahwa virus telah menginfeksi bagian tubuh dan sudah sampai pada bagian tenggorokan.
  • Mual dan muntah
Karena tenggorokan sudah di infeksi akibat dari penularan penyakit hepatitis maka dari pencernaan juga akan mengalami gangguan sehingga ketika di masukan oleh makanan atau minuman akan keluar kembali. Mual dan muntah akibat hepatitis akan membuat nafsu makan seorang penderita turun sehingga berat badan juga ikut turun drastis.
  • Nyeri sendi
Nyeri sendi juga akan dialami dan bukan karena rematik, tetapi karena penularan penyakit hepatitis yang sudah menginfeksi bagian sendi. Dan jika sudah mengalami sakit sendi maka akan sulit untuk menggerakkan badan dengan mudah.
  • Urin yang berubah warna
Ketika mengalami penularan penyakit hepatitis juga akan mengalami perubahan warna urin yang lebih gelap atau lebih pekat dari sebelum nya.
  • Sakit kuning
Jika mata atau pun kulit mengalami perubahan warna menjadi kuning maka dapat di pastikan jika virus hepatitis telah menginfeksi tubuh.
  • Pusing kepala
Pusing kepala juga akan terjadi dan termasuk gejala dari penularan penyakit hepatitis yang akan membuat kepala akan berat jika bangun setelah berbaring.

  • Sakit perut
Sakit perut yang dialami ketika sakit hepatitis bukan sakit perut biasa, melainkan sakit perut yang akan terasa sangat sakit apabila perut di sentuh atau di tekan. Tetapi jika tidak menyentuh perut maka akan terasa baik baik saja.

Pencegahan tertular Hepatitis antara lain adalah :

  1. Imunisasi
    Imunisasi adalah salah satu cara yang efektif dalam membantu mencegah terjadinya infeksi penyakit hepatitis. Setelah mendapatkan imunisasi maka tubuh secara otomatis akan memproduksi/membentuk antibodi / kekebalan tubuh pada penyakit hepatitis. Imunisasi hepatitis yang bisa diberikan untuk anak usia 2-18 tahun cukup sekali diberian seumur hidup mereka.
  2. Imunitas sementara
    Pencegahan penyakit Hepatiti dapat dilakukan dengan imunitas sementara. Cara ini adalah salah satu cara yang efektif bisa diberikan pada seseorang yang melakukan perjalanan ke daerah endemik penyakit hepatitis dan juga pada lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Biasanya antivirus diberikan agar bekerja efektif setelah 2 minggu pemberian.
  3. Memelihara kebersihan diri dengan baik.
  4. Tidak meminjam barang pribadi orang lain (sikat gigi, handuk, dll) selama kita ragu dengan kondisi kesehatan mereka.
  5. Setia pada pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang lain
  6. Tidak melakukan donor darah jika Anda menderita penyakit hepatitis.
  7. Membersihkan ceceran darah yang ada.
Copyright © Biology In Mind
Theme by BloggerThemes & NewWPThemes | Supported by BIM