ZMapp: WOW! Vaksin Ebola telah Ditemukan

Perkembangan terbaru dari wabah virus Ebola di Afrika Barat adalah telah ditemukannya vaksin yang sanggup mengobati suspek ebola sampai dengan 100%. Berikut kutipan dari tempo(dot)co.

London - Para peneliti berhasil melakukan uji coba vaksin ZMapp untuk menyembuhkan virus Ebola pada kera. Tingkat keberhasilan vaksin ini diklaim mencapai 100 persen, bahkan saat virus ini sudah memasuki stadium akhir.

"Keberhasilan ini meningkatkan kembali harapan untuk menghentikan penyebaran virus Ebola di Afrika," kata virologis dari University of Nottingham, Jonathan Ball, Jumat, 29 Agustus 2014, waktu setempat.

Uji coba dilakukan pada 18 rhesus darah kera yang terinfeksi virus Ebola. Kera-kera ini telah ada dalam stadium akhir penyebaran virus Ebola yang berakibat fatal. Hasilnya, vaksin ZMapp terbukti efektif untuk menjinakkan virus Ebola tersebut.

Para peneliti menggunakan vaksi ZMapp yang telah dikembangkan agar mampu untuk menjinakkan virus dan menyembuhkannya sebagai terapi. Sebelumnya, vaksin ZMapp yang ada telah diinjeksikan serum tambahan untuk menyempurnakan kinerja vaksin agar dapat menyembuhkan virus Ebola stadium akhir. "Kinerja ZMapp yang dianggap masih misterius, kini telah dapat dibuktikan," kata Jonathan Ball. 

Temuan ini telah dipublikasikan dalam web ilmiah Nature sebagai hasil lanjutan dari penelitian vaksin ZMapp. Direktur London School of Hygiene and Tropical Medicine, Peter Piot, mengatakan hasil ini dapat dijadikan bukti dasar bahwa vaksin ZMapp dapat secara efektif menyembuhkan virus Ebola.

"Vaksin ZMapp yang telah disempurnakan ini harus segera diujicobakan pada manusia," kata dia.

Namun, jumlah vaksin yang terbatas diprediksi tak dapat memenuhi kebutuhan vaksin untuk sekitar 20 ribu pasien yang telah terjangkit virus Ebola. Peneliti masih harus bekerja keras jika ingin meredam penyebaran virus Ebola di Afrika Barat.

Kabarnya vaksin ini diambil dari tembakau jadi bukan dari hewan.
Semoga bermanfaat.

Sumber Tempo[dot]co

Virus Ebola dan Cara Menghindarinya

Pemberitaan terakhir, Virus Ebola sudah sampai di beberapa negara di luar Afrika (tempat dimana pertama kali ditemukannya virus ebola). Mengerikan memang mendengar kisah dan foto tentang orang yang telah terjangkit virus ebola. Namun secara prinsip virus ebola bisa dihindari dengan menghindari pola kontak antar manusia maupun manusia dengan hewan seperti tersaji dalam gambar berikut,
Maaf bahasanya bukan Indonesia hehe.. Dari gambar bisa kita lihat bahwa Virus ebola disebarkan melalui kelelawar sebagai vektor, kemudian menyebar ke gorila, simpanse, babi hutan, dan rusa. Namun kalo di Indonesia adanya cuma kelelawar, celeng (babi hutan), rusa (tinggal sedikit dan ada di Monas hehe), dan monyet yang banyak. Jadi kita adaptasikan aja dengan hewan yang ada di sekitar kita tersebut dan yang tidak lupa yaitu menghindari kontak dengan orang yang menunjukkan indikasi terjangkit ebola.
Ini mungkin gambar yang lebih jelas mengenai apa yang perlu dihindari.
Oke semoga bermanfaat.

Defisiensi Vitamin D perparah penderita Pneumonia.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Respirologi mengungkapkan bahwa pasien dewasa dirawat di rumah sakit dengan pneumonia lebih mungkin meninggal jika mereka memiliki defisiensi atau kekurangan vitamin D. Vitamin D diketahui terlibat dalam respon imun bawaan terhadap infeksi.
Tim peneliti di Rumah Sakit Waikato dan Universitas Waikato dan Otago, mengukur vitamin D dalam sampel darah dari 112 pasien dewasa dirawat dengan pneumonia selama musim dingin di satu-satunya rumah sakit perawatan akut di Hamilton, Selandia Baru. Para peneliti menemukan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan kematian lebih tinggi dalam 30 hari pertama setelah masuk rumah sakit karena pneumonia. Hubungan antara kekurangan vitamin D tidak dijelaskan oleh usia pasien, jenis kelamin, komorbiditas, tingkat keparahan respon inflamasi sistemi, atau faktor prognostik lain yang dikenal.
Para peneliti menyimpulkan bahwa "peningkatan pemahaman tentang Vitamin D dan perannya dalam kekebalan dapat menyebabkan cara yang lebih baik untuk mencegah dan atau mengobati pneumonia. Kita sekarang perlu menyelidiki apakah suplemen vitamin D bisa menjadi tambahan yang berguna untuk pengobatan pneumonia dan apakah menggunakan suplemen bisa membantu untuk mencegah atau mengurangi keparahan pneumonia antara populasi berisiko tinggi. "
Oia ada vaksin Hib yang diberikan pada bayi untuk menanggulangi pneumonia. Yuk tanyakan pada bidan maupun tenaga kesehatan di sekitar Anda kapan harus vaksinasi Hib.


Sumber ScienceDaily[dot]com

AWAS Kertas Struk Kasir mengandung BPA!

Pernah liat logo "Tidak mengandung BPA" di kemasan botol minum bayi?. Kalo iya, penasaran kan apa itu BPA dan dimana sih kita bisa menemukan BPA dalam kehidupan sehari-hari?.
Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai produk, seperti botol air , komposit gigi dan resin yang digunakan untuk melapisi wadah makanan logam dan minuman, dan juga digunakan dalam kertas termal struk kasir. 
Baru-baru ini, penelitian yang dilakukan di University of Missouri menyediakan data pertama bahwa BPA dari kertas termal yang digunakan dalam struk cash register mengandung BPA tingkat tinggi. Subyek yang diteliti menunjukkan peningkatan pesat BPA dalam darah mereka setelah menggunakan produk perawatan kulit dan kemudian menyentuh tanda terima toko dengan BPA . 
"BPA pertama dikembangkan oleh ahli biokimia dan diuji sebagai suplemen estrogen buatan," kata Frederick vom Saal, Kurator Profesor Ilmu Biologi di Sekolah Tinggi Seni dan Ilmu Pengetahuan di MU." Sebagai endokrin sintetis kimia, BPA telah ditunjukkan untuk mengubah sinyal mekanisme endokrin penerima estrogen dan hormon lainnya. 
Tiket pesawat, penerimaan ATM dan kertas termal lainnya semua menggunakan sejumlah besar BPA pada permukaan kertas sebagai cetak pengembang. Masalahnya adalah, kita sebagai konsumen memiliki pembersih tangan, krim tangan , sabun dan tabir surya di tangan kami yang secara drastis mengubah tingkat penyerapan BPA di permukaan kulit." Dalam studi tersebut, peneliti menguji subyek manusia yang membersihkan tangan mereka dengan pembersih tangan dan kemudian memegang kertas struk termal . Sebagai langkah tambahan, subjek yang telah memegang kertas termal kemudian makan kentang goreng dengan tangan mereka. Hasilnya adalah bahwa BPA diserap sangat cepat, kata vom Saal . " Penelitian kami menemukan bahwa sejumlah besar BPA dapat ditransfer ke tangan Anda dan kemudian ke makanan yang Anda pegang dan makan, serta diserap melalui kulit Anda," kata vom Saal ." 
BPA menunjukkan sifat seperti hormon dan telah terbukti menyebabkan cacat reproduksi pada janin, bayi , anak-anak dan orang dewasa serta kanker , metabolik dan masalah kekebalan pada hewan pengerat.
BPA dari kertas termal akan diserap ke dalam darah Anda dengan cepat. Pada level tersebut, berbagai penyakit seperti diabetes dan gangguan seperti obesitas meningkat juga. Penggunaan BPA atau bahan kimia sejenis lainnya yang sedang digunakan untuk menggantikan BPA dalam kertas termal menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia."

Sumber: ScienceDaily[dot]com
Terjemahan bebas dari Admin dan Google Translator hehehe..

Bayi Lahir dengan Bobot di Atas 4 Kg? Waspadai Obesitas dan Diabetes

Jakarta, Masih banyak orang tua yang menganggap bayi lahir besar dengan bobot lebih dari 4 kg adalah bayi yang sehat. Sebaiknya jangan keburu senang dulu jika bayi lahir dengan bobot berlebihan, sebab saat dewasa berisiko mengalami obesitas dan menderita berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes dan serangan jantung.
"Kalau zaman dulu, punya anak gemuk itu bangga. Bahkan ada lomba balita sehat. Kehamilan itu kan dari janin dari bayi sebenarnya bisa dicegah obesitas itu," Hj. Titi Sari Renowati, SKM, MScPH, dalam acara Jakarta Conference 'Fight Obesity', di Auditorium Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (3/5/2014).
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2007, prevalensi nasional obesitas untuk dewasa, pada perempuan dan laki-laki masing-masing adalah sebesar 23,8 persen dan 13,9 persen. Prevalensi tersebut meningkat pada Riskesdas tahun 2010 dan lebih meningkat lagi pada Riskesdas tahun 2013, yaitu prevalensi perempuan obesitas dari 26,9 persen meningkat menjadi 32,9 persen. Lalu pada laki-laki dari 16,3 persen meningkat menjadi 19,7 persen.
Obesitas sebenarnya bisa dicegah sejak masa kanak-kanak. Tentunya upaya pencegahan ini membutuhkan bantuan dari para orang tua.
"Ada ibu yang melahirkan di atas 4 kg, itu sudah potensi mendapatkan diabetes melitus. Kalau sudah di atas 4 kg, harus ada semacam tindakan bagaimana dicegah jangan sampai semakin gemuk dan mudah untuk diabetes," kata Kepala Subdit Pengendalian Diabetes Melitus dan Penyakit Metabolik Kementerian Kesehatan tersebut.
Menurutnya, edukasi para orang tua, dokter, bidan, dan masyarakat sangat penting untuk mencegah obesitas sejak dini. Sehingga, begitu bayi lahir dengan berat badan di atas normal, dokter ataupun bidan bisa membantu mengedukasi para orang tua untuk mencegah obesitas pada anak sejak dini.

Sumber: detikdotcom

Kontroversi Imunisasi atau Vaksinasi

Menyambung tulisan yang lalu mengenai apa itu Imunisasi atau Vaksinasi, ternyata di luar sana (maksudnya diluar ruangan ini) banyak beredar pro dan kontra mengenai pentingnya Imunisasi. Ada sebagian yang menganggap imunisasi (vaksinasi-red) tidak penting karena kekebalan tubuh kita sudah ada sejak lahir, asal asupan ASI (Air Susu Ibu) ketika bayi sampai 2 tahun terpenuhi maka kekebalan tubuh otomatis superior. Itu kata mereka yang mengganggap imunisasi itu tidak penting-penting amat, mereka bilang "Imun is ASI". Saya namakan kelompok pertama ini kelompok "ASI asik"

Imunisasi "Apa itu ya?"

Imunisasi, kata yang tidak asing lagi ditelinga kita. Mungkin sejak kita masih kecil dulu, sewaktu duduk di bangku SD sering sekali mendengar kata ini. Entah dianggap menakutkan atau biasa saja namun imunisasi waktu jaman kita masih SD sangat bikin heboh satu sekolah. Kenapa? biasanya imunisasi yang di berikan sewaktu SD itu kalo gak salah Campak. Dengan pakaian serba putih, naik motor butut, bawa termos nasi tapi isinya es sama vaksin, itu mungkin yang membuat anak-anak seumuran SD dulu panik, jangan-jangan giliran kita ini.

JKN Diminati Masyarakat, IDI Harapkan Tambahan Insentif Rp 2-3 Juta


Jakarta, Tingginya animo masyarakat, terutama di daerah, terhadap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama sepekan ini menurut Ketua Umum PB IDI, Dr Zaenal Abidin, MH, turut meningkatkan beban kerja tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, menurutnya mereka perlu diberikan insentif tambahan.
Copyright © Biology In Mind
Theme by BloggerThemes & NewWPThemes | Supported by BIM