Manusia merupakan makhluk yang sangat kompleks begitu pula response manusia terhadap lingkungan. Jika manusia tidak memiliki pelindung, maka lingkungan akan sangat mempengaruhi kehidupan manusia dan bahkan mengancam kehidupan manusia. Oleh karenanya, sistem Integumen memiliki fungsi utama sebagai pelindung tubuh manusia sehingga meminimalkan pengaruh lingkungan atau pengendalian homeostasis.

Sistem Integumen - Kulit pada Manusia

Sebagaimana telah di singgung di atas, jika kulit memiliki peranan sebagai organ pada tubuh manusia sebagaimana organ lain misal jantung, hati, mata dan sebagainya. Di kulit inilah juga banyak sekali terdapat berbagai macam saraf sensoris sehingga tubuh manusia dapat mengenali lingkungan salah satunya dengan disponsori oleh kulit. Organ pelengkap yang terdapat di kulit antara lain kelenjar, rambut, kuku (derivat kulit) yang saling mendukung menjadi suatu kesatuan sistem integumen.
Kulit sendiri terdiri dari dua lapisan utama yaitu dermis dan epidermis. Berikut potongan melintang pada kulit manusia.


Gb. Stuktur Anatomi Kulit


Fungsi dari kulit yaitu:
1. Tempat indra berada yaitu untuk indra sentuhan, rasa sakit, panas dingin yang diterima oleh ujung saraf
2. Fungsi perlindungan yaitu melindungi organ lain dari kerusakan (abrasi lingkungan), invasi biologis, serta radiasi ultraviolet.
3. Pengaturan suhu tubuh (thermoregulasi). Dengan adanya kulit maka tubuh akan tidak mudah mengalami pengaruh naik turun suhu lingkungan. Thermoregulasi berhubungan erat dengan peredaran darah di kulit dan adanya jaringan keringat.
4. Sistem integumen juga termasuk ke dalam sistem ekskresi (pengeluaran). Garan dan beberapa zat sisa metabolisme seperti urea dan amonia dibuang melalui keringat.
5. Metabolisme vitamin D. Vitamin ini bermula dari pro Vitamin D yang kemudian karena adanya bantuan dari sinar matahari berubah menjadi Vitamin D yang membantu mempertahankan kepadatan tulang.

Struktur penyusun Kulit

Kulit memiliki dua lapisan utama yaitu Dermis dan Epidermis. Mari kita bahas satu per satu.

1. Lapisan Epidermis (Kulit terluar)

Lapisan Epidermis tersusun dari lapisan epitelium sisik berlapis.
Ada lima lapisan penyusun Epidermis
  a. Stratum Korneum (Lapisan Tanduk) mengandung banyak lapisan keratin yang mati dan tidak berinti yang sepenuhnya hanya diisi  dengan keratin. Lapisan ini akan senantiasa terlepas dan diganti lapisan baru.
  b. Stratum Lusidum mengandung dus sampai tiga lapis sel tidak berinti. Biasanya terlihat di kulit yang tebal misalnya tumit kaki dan telapak tangan.
  c. Stratum Granulosum mengandung dua sampai empat lapisan sel. sel sel ini mengandung granula keratohialin yang berperan dalam pembentukan keratin di lapisan atas epidermis.
  d. Stratum Spinosum mengandung delapan sampai sepuluh lapisan sel yang dihubungkan dengan desmosom. Sel pada lapisan ini cukup aktif untuk membelah pada fase mitosis.
  e. Stratum Basal mengandung lapisan sel pilar yang secara aktif membelah diri secara mitosis untuk menghasilkan sel yang berpindah ke dalam lapisan atas epidermis dan akhirnya menuju ke permukan terluar kulit.

2. Lapisan Dermis

Pada lapisan ini mengandung bermacam-macam jaringan ikat. Lapisan dermis mengandung fibroblas dan makrofag di dalam matrik gelatin yang banyak mengandung kolagen, retikulum dan serat yang sifatnya elastis.

Dermis terdiri dari dua lapisan:
  a. Lapisan Papila adalah lapisan luar yang tipis dengan tonjolan seperti jari yang mencuat ke dalam epidermis.
  b. Lapisan Retikulum adalah lapisan yang relatif lebih tebal di bawah lapisan papila yang menyusun sebagian besar lapisan dermis.

Dikutip dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat.

Related Posts

0 Komentar untuk Struktur Anatomi Kulit pada Manusia - Sistem Integumen