Skip to main content

Struktur Fungsi Jaringan Saraf Manusia

Jaringan saraf manusia memegang peranan penting dalam koordinasi seluruh tubuh manusia. Unit sel fungsional dari jaringan saraf manusia yaitu neuron. Jaringan saraf manusia terdiri dari dua bagian yaitu neuron dan neuroglia (sel pendukung neuron).
Neuron_yaitu sel yang mentransmisikan impuls saraf. Neuron terdiri atas bagian seperti berikut ini.
1. Badan Sel - mengandung inti dan bagian sel lainnya.
2. Badan Nissl (zat kromatofilik) adalah kelompok organel retikulum endoplasma kasar (rough RE) yang merupakan tempat sintesis protein.
3. Dendrit biasanya pendek, memiliki cabang yang banyak, merupakan penonjolan kecil dari badan sel yang menerima rangsangan.
4. Akson, biasanya merupakan bagian yang panjang, merupakan tonjolan kecil dari badan sel yang mengirim impuls saraf. Akson muncul dari badan sel pada akson hillock yang berbentuk kerucut. Impuls saraf terjadi pada daerah pemicu, biasanya terletak pada segmen awal, sebuah daerah yang berada tepat di luar akson hillock.

Neuron dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi atau strukturnya. Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi menjadi tiga kelompok.
1. Neuron sensoris (neuron aferen) mentransmisikan impuls sensori dari kulit dan indra lainnya atau dari berbagai tempat di dalam tubuh manusia, menuju sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang.
2. Neuron motoris (neuron eferen) mentransmisikan impuls saraf dari sistem saraf pusat menuju efektor, sel-sel sasaran yang menghasilkan semacam tanggapan. Yang termasuk efektor yaitu otot, kelenjar keringat, dan kelenjar eksokrin.
3. Neuron penghubung (interneuron) terletak pada sistem saraf pusat dan mentransmisikan impuls dari neuron sensori ke neuron motorik. Lebih dari 90% neuron dalam tubuh manusia merupakan neuron penghubung.
Untuk pembagian neuron berdasarkan strukturnya dibagi menjadi tiga kelompok. Namun untuk yang satu ini akan saya bahas di posting selanjutnya. Terimakasih, semoga bermanfaat.

TEMAN ANDA JUGA MEMBACA :

Tahap Proses Pembentukan Darah Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat darah yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengumpulkan sampah dari jaringan tubuh kemudian dikeluarkan melalui paru-paru dan ginjal. Namun pernahkah kalian tahu bagaimana darah itu terbentuk?

Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah. Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas membelah menjadi sel “blas”. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.

Eritropoiesis.

Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah 3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (pengganda…

Standar Tata Tertib Guru dan Siswa Laboratorium IPA

Tata tertib menjadikan suatu keharusan adanya karena laboratorium merupakan tempat yang berisi alat dan bahan yang mungkin bisa berbahaya jika digunakan. Ketertiban harus dilaksanakan oleh setiap pengguna lab baik itu guru maupun siswa. Berikut tata tertib standar yang ada di laboratorium IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia). Anda dapat menambahkan lebih detail lagi sesuai dengan kebutuhan. ( BAGI GURU )
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahalah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larang…

Hubungan IPA dasar, IPA terapan, Teknologi

Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengk…