Skip to main content

Keselamatan Kerja Laboratorium Bagian 2

Seperti yang telah diungkapkan pada posting terdahulu mengenai keselamatan kerja alat laboratorium, berikut kami ulas mengenai keselamatan kerja bahan laboratorium IPA khususnya.
 
2. Keselamatan kerja Bahan Laboratorium
Laboratorium selain memiliki alat juga dilengkapi dengan bahan yang memiliki sifat yang beranekaragam. Standar keselamatan bahan biasanya tertera pada kemasan bahan itu sendiri yang ditunjukkan dari label yang mengandung ikon gambar. Ikon gambar standar internasional untuk keselamatan bahan yaitu sebagai berikut.

Ikon
Keterangan
 radiasi Bahan berbahaya karena mengandung unsur radiasi sehingga membutuhkan perlengkapan anti radiasi untuk menggunakannya.
racun Bahan beracun, tidak boleh dimakan. Jika termakan minumlah air putih banyak-banyak atau dimuntahkan kalau mungkin. Segeralah dibawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
berbahaya bagi lingkungan Bahan berbahaya untuk lingkungan. Pembilasan harus sesuai dengan standar ramah lingkungan yaitu dengan menetralkan pH-nya dan mengencerkannya.
Bahan mudah terbakar Bahan mudah terbakar. Jauhkan dari api dan panas yang berlebih.
tanda bahan korosif Bahan bersifat korosif, menyebabkan luka jika mengenai kulit dan merusak pakaian. Pergunakan sarung tangan khusus ketika menggunakannya.
lambang biohazard Biohazard. Bahan bertanda ini sangat berbahaya karena merupakan mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit jika terpapar di udara. Gunakan pakaian standar internasional ketika menggunakan bahan ini dan tempatkan pada kabinet khusus.

Sekian tentang keselamatan kerja di laboratorium IPA, semoga bermanfaat. Posting edisi yang akan datang mengenai Tata tertib laboratorium IPA.

Comments

TEMAN ANDA JUGA MEMBACA :

Tahap Proses Pembentukan Darah Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat darah yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengumpulkan sampah dari jaringan tubuh kemudian dikeluarkan melalui paru-paru dan ginjal. Namun pernahkah kalian tahu bagaimana darah itu terbentuk?

Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah. Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas membelah menjadi sel “blas”. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.

Eritropoiesis.

Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah 3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (pengganda…

Standar Tata Tertib Guru dan Siswa Laboratorium IPA

Tata tertib menjadikan suatu keharusan adanya karena laboratorium merupakan tempat yang berisi alat dan bahan yang mungkin bisa berbahaya jika digunakan. Ketertiban harus dilaksanakan oleh setiap pengguna lab baik itu guru maupun siswa. Berikut tata tertib standar yang ada di laboratorium IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia). Anda dapat menambahkan lebih detail lagi sesuai dengan kebutuhan. ( BAGI GURU )
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahalah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larang…

Hubungan IPA dasar, IPA terapan, Teknologi

Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengk…