Hati-hati Vaksin Palsu.


Apa sih tujuan Vaksinasi?

Vaksinasi atau biasa disebut imunisasi merupakan cara untuk pertahanan tubuh dan pencegahan terhadap ancaman penyakit tertentu yang berbahaya. Vaksin biasanya diberikan pada balita dengan tujuan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan sistem imun dalam tubuh agar tubuh menghasilakn antibodi yang kuat yang nantinya mampu mengatasi serangan virus dan bakteri dari dalam dan luar tubuh.

Apa saja Ciri-ciri Vaksin Palsu?

  1. Kemasan vaksin palsu berwarna keruh dan tidak cermelang. 
  2. Kemasan pada vaksin palsu terdapat congkelan disuntikan jarum
  3. Barcode pada vaksin palsu berwarn kehitaman dan tulisan pada kemasan bagian luar sulit terbaca dengan jelas.
  4. Harga lebih murah dari vaksin asli yaitu selisih antara 250 sampai 500 ribu, Contohnya jika asli harganya 500 ribu maka yang palsu adalah 250 ribu.
  5. Permukaan kemasan lebih kasar dan rubber stopper penutupnya berwarna abu abu. Bahaya vaksin palsu awalnya dapat dilihat dari ujung botolnya yang mudah dibuka dan berwarna lebih keruh dari aslinya. (www.halosehat.com)

Bahaya vaksin palsu bagi kesehatan balita dan anak


1.Infeksi jaringan pertahanan tubuh.

Vaksin palsu ketika pembuatanya dilakukan dengan cara yang tidak steril dan menggunakan dosis yang sembarangan dapat menyebabkan balita mengalami infeksi jaringan pertahannan tubuh (jaringan Limfatik). 
Selain itu, Vaksin palsu yang tidak steril memicu pertumbuhan bakteri dan virus yang jika masuk dalam tubuh balita maka akan menyebabkan infeksi lambung, infeksi organ pencernaan dan usus sehingga bisa menyebabkan tubuh demam, terserang diare, merasa mual dan muntah.

2. Rentan pada serangan bakteri

Vaksin palsu yang ditambahakan antibiotik secara sembarangan dapat mengiritasi organ tubuh bagian dalam balita.Antibiotik bersifat menjaga pertahanan tubuh dari serangan peradangan bukan menjaga daya tahan tubuh. Zat antibiotik berlebihan dalam tubuh orang sehat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga tubuh diberi antibiotik pun tidak mampu memblok bakteri yang sama.

3. Kurang Nafsu Makan

Vaksin palsu yang mengandung cairan infus dan antibiotik yang tidak steril dan penggunaan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan balita kehilangan nafsu makan. Kedua bahan tersebut merupakan bahan yang tidak seharusnya dicampur menjadi satu karena dapat terjadi reaksi berbahaya di dalam tubuh. Organ pencernaan bisa mengalami iritasi.

4. Sesak nafas

Tubuh balita masih sangat rentan terhadap zat kimia. Organ dalam tubuh balita belum mampu menerima zat asing yang masuk ke dalam sistem pernafasan, lambung dan ususnya termasuk cairan infus dan antibiotik yang menjadi bahan tambahan pada vaksin palsu. Balita yang tidak kuat menerima bahan pembuat vaksin palsu akan menderita sesak nafas. Sesak nafas termasuk bahaya vaksin palsu yang dapat menimpa balita akibat tubuhnya tidak kuat dengan reaksi yang terjadi pada gabungan cairan infus dan jenis antibiotik yang ada di dalamnya.

5. Alergi

Bahaya vaksin palsu sebenarnya tidak serta merta langsung memberikan efek buruk pada balita setelah satu hari menggunakan vaksin tersebut. Kandungan cairan infus dan antibiotik yang dicampurkan di dalamnya masih dalam dosis wajar yaitu 0,5 cc. Namun tetap saja vaksin palsu dilarang untuk digunakan karena mengandung zat zat yang tidak dibenarkan untuk tubuh balita menurut dunia medis termasuk para dokter dan departemen kesehatan Indonesia.

Disarikan dari HaloSehat(.)com

Related Posts

0 Komentar untuk Ciri dan Bahaya Vaksin Palsu