Skip to main content

Peredaran Darah Kecil dan Besar (Bagian 2)

Gb. 1 Skema peredaran darah kecil dan besar manusia serta pertukaran CO2 dan O2
Lebih lengkap, peredaran darah besar dan kecil terjadi setiap saat darah bersirkulasi di dalam pembuluh darah. Mengapa ada peredaran darah besar dan kecil?. Sebenarnya pembagian ini lebih kepada panjang lintasan yang dilewati darah. Jika peredaran darah besar darah dipompa dari jantung ke seluruh tubuh yang pastinya lebih panjang lintasannya dibanding peredaran darah kecil yang hanya menuju paru-paru kemudian kembali ke jantung.

Akan tetapi, peredaran darah kecil ternyata membawa peran yang tidak sekecil nama dan lintasannya. Darah dalam peredaran darah kecil dipompa dari bilik kanan jantung ke arteri pulmonalis menuju pulmo (paru-paru). Saat itu, darah dalam kondisi membawa sampah berupa CO2 dan sisa metabolisme dengan konsentrasi yang tinggi. Nah dengan mekanisme pertukaran CO2 dengan O2 di dalam paru-paru itulah darah yang menginggalkan paru-paru menuju serambi kiri jantung adalah darah dengan konsentrasi O2 lebih tinggi. Jadi dengan demikian, vena pulmonalis adalah satu-satunya vena yang berisikan darah dengan konsentrasi O2 paling tinggi dibanding vena lainnya yang pada umumnya mengandung CO2 lebih tinggi. Inilah ciri khas dari vena pulmonalis.
Sementara itu, setelah darah "dibersihkan" sampahnya khususnya CO2 di paru-paru kemudian darah masuk ke bilik kiri kemudian dipompa kembali menuju AORTA (arteri besar). Aorta sendiri memiliki cabang besar, satu menuju ke arah kepala, dan yang lainnya menuju ke badan dan anggota gerak bagian bawah. Peredaran darah inilah yang biasa disebut peredaran darah besar karena lintasan atau jarak tempuh darah lebih besar dibanding peredaran darah ke paru-paru.
Jadi tahu kan sekarang?.  Masih ingat kan bagaimana jalan atau alur darah pada peredaran darah besar dan kecil?. Simak artikel lengkap sebelumnya mengenai peredaran darah kecil dan besar pada manusia.

TEMAN ANDA JUGA MEMBACA :

Tahap Proses Pembentukan Darah Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat darah yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengumpulkan sampah dari jaringan tubuh kemudian dikeluarkan melalui paru-paru dan ginjal. Namun pernahkah kalian tahu bagaimana darah itu terbentuk?

Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah. Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas membelah menjadi sel “blas”. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.

Eritropoiesis.

Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah 3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (pengganda…

Standar Tata Tertib Guru dan Siswa Laboratorium IPA

Tata tertib menjadikan suatu keharusan adanya karena laboratorium merupakan tempat yang berisi alat dan bahan yang mungkin bisa berbahaya jika digunakan. Ketertiban harus dilaksanakan oleh setiap pengguna lab baik itu guru maupun siswa. Berikut tata tertib standar yang ada di laboratorium IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia). Anda dapat menambahkan lebih detail lagi sesuai dengan kebutuhan. ( BAGI GURU )
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahalah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larang…

Hubungan IPA dasar, IPA terapan, Teknologi

Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengk…