Skip to main content

Peredaran Darah Kecil dan Besar pada Manusia


Gb 1. Skema peredaran darah kecil dan besar pada manusia


Beberapa hari lalu, pengunjung blog ini menanyakan mengenai peredaran darah kecil dan besar. Apa sih perbedaannya?. Yuk kita dalami lebih jauh apa itu peredaran darah kecil dan besar.
Peredaran darah kecil dan besar sebenarnya adalah peredaran darah yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Maksudnya adalah dalam tubuh manusia, peredaran darah ini saling mendukung dan tidak ada darah yang hanya mengalir di peredaran darah kecil saja atau besar saja. Karena pada dasarnya peredaran darah ini melalui pembuluh darah juga sehingga disebut peredaran darah tertutup. Lebih jelasnya mari kita lihat skema di bawah ini.
Teliti lebih jauh ya..
1. Peredaran darah kecil
Peredaran darah kecil maksudnya dalah darah mengalir melalui bilik kanan jantung kemudian menuju arteri pulmonalis (pulmo = paru-paru), kemudian mengalir lagi melalui vena pulmonalis menuju jantung masuk ke serambi kiri. Setelah dari serambi kiri, darah dipompa masuk ke bilik kiri dan siap masuk ke sistem peredarah darah besar.

2. Peredaran darah besar
Setelah darah yang berasal dari peredaran darah kecil sampai bilik kiri jantung, bilik kiri memompanya ke seluruh tubuh melalui aorta (arteri besar) baik ke atas (kepala, otak dsb) dan ke bawah (tangan, perut, kaki dsb). Setelah itu darah terpompa kembali masuk ke serambi kanan melalui vena dan siap masuk ke sistem peredaan darah kecil.
Mudah bukan?. Terus apa gunanya peredaran darah kecil dan besar? Apa gunanya darah dipompa ke paru-paru. Temukan jawabannya di artikel selanjutnya ya.. Keep stay tune deh..

TEMAN ANDA JUGA MEMBACA :

Tahap Proses Pembentukan Darah Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat darah yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengumpulkan sampah dari jaringan tubuh kemudian dikeluarkan melalui paru-paru dan ginjal. Namun pernahkah kalian tahu bagaimana darah itu terbentuk?

Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah. Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas membelah menjadi sel “blas”. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.

Eritropoiesis.

Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah 3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (pengganda…

Standar Tata Tertib Guru dan Siswa Laboratorium IPA

Tata tertib menjadikan suatu keharusan adanya karena laboratorium merupakan tempat yang berisi alat dan bahan yang mungkin bisa berbahaya jika digunakan. Ketertiban harus dilaksanakan oleh setiap pengguna lab baik itu guru maupun siswa. Berikut tata tertib standar yang ada di laboratorium IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia). Anda dapat menambahkan lebih detail lagi sesuai dengan kebutuhan. ( BAGI GURU )
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahalah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larang…

Hubungan IPA dasar, IPA terapan, Teknologi

Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengk…