Skip to main content

Percobaan Kit Panas Hidrostatik SMP


Rancangan Percobaan

Dalam praktikum ini, praktikan menyusun rancangan percobaan menggunakan alat-alat yang tersedia di dalam kit panas dan hidrostatika yaitu pemuaian zat padat. Rancangan percobaan yang kami susun adalah sebagai berikut.

Gb. 1 Satu set kit panas dan hidrostatik untuk SMP
1. Tema percobaan : Pemuaian zat padat 

2. Tujuan percobaan : Menyelidiki pemuaian yang terjadi pada zat padat
 

3. Alat dan bahan 


 
Tabel 2. Alat dan bahan dalam rancangan percobaan pemuaian zat padat 

4. Persiapan Percobaan
a. Rakitlah peralatan seperti pada gambar di bawah.
b. Isi labu erlenmeyer dengan air sebanyak 10 ml, kemudian pasangkan pada klem universal.
c. Pasang penunjuk khusus pada dasar statif sebelah kanan.
d. Jepitlah salah satu ujung pipa aluminium pada penjepit penunjuk khusus (jepitkan celahnya) dan ujung yang lain pada boss-head.
e. Tancapkan penghubung slang pada sumbat karet kemudian pasang slang silikon pada ujung satunya kemudian sumbat labu erlenmeyer dengan sumbat karet tersebut.
f. Hubungkan slang silikon dengan pipa aluminium.
g. Atur ketinggian erlenmeyer hingga mempunyai jarak ±3 cm di atas sumbat pembakar spiritus.

5. Rangkaian Alat

Gb. 2 Rangkaian alat percobaan pemuaian zat padat
6. Langkah Kerja

a. Lakukan dahulu kalibrasi terhadap penunjuk khusus dengan cara menekan sedikit jarum penunjuk ke arah kiri.
b. Letakkan penggaris logam di atas meja dan atur agar jarum penunjuk khusus tepat menunjuk ke nilai tertentu (misal posisi 20 cm). Posisi ini disebut sebagai posisi awal.
c. Nyalakan pembakar spiritus, atur agar tingginya nyala api sampai kira-kira 7 cm, kemudian letakkan tepat di bawah labu erlenmeyer.
d. Amati pergerakan jarum penunjuk khusus selama pemanasan, sampai air pada labu erlenmeyer mendidih.
e. Biarkan pemanasan berlangsung terus sampai jarum penunjuk khusus tidak lagi bergerak (± 3 menit sejak air mendidih).
f. Baca nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk khusus pada posisi akhir, kemudian catat pada tabel.
g. Matikan pembakar spiritus, lalu dinginkan aluminium dengan lap.
h. Lakukan langkah 1- 7 di atas pada logam / pipa tembaga dan besi, dan jangan sampai lupa untuk melakukan kalibrasi terhadap penunjuk khusus.
i. Catat hasil percobaan pada tabel.

TEMAN ANDA JUGA MEMBACA :

Tahap Proses Pembentukan Darah Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat darah yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengumpulkan sampah dari jaringan tubuh kemudian dikeluarkan melalui paru-paru dan ginjal. Namun pernahkah kalian tahu bagaimana darah itu terbentuk?

Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah. Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas membelah menjadi sel “blas”. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.

Eritropoiesis.

Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah 3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (pengganda…

Standar Tata Tertib Guru dan Siswa Laboratorium IPA

Tata tertib menjadikan suatu keharusan adanya karena laboratorium merupakan tempat yang berisi alat dan bahan yang mungkin bisa berbahaya jika digunakan. Ketertiban harus dilaksanakan oleh setiap pengguna lab baik itu guru maupun siswa. Berikut tata tertib standar yang ada di laboratorium IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia). Anda dapat menambahkan lebih detail lagi sesuai dengan kebutuhan. ( BAGI GURU )
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahalah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larang…

Hubungan IPA dasar, IPA terapan, Teknologi

Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengk…