Mengenal Darah Manusia dan Fungsinya

Gambar Apus sel darah pada manusia.
Setelah kita mengetahui pembentukan darah yang terjadi pada tubuh manusia. Kali ini kita lanjutkan mengenai sel darah, jenis-jenisnya, serta fungsinya masing-masing.

Darah sebenarnya erat kaitannya dengan sistem peredaran darah sehingga fungsi dari darah yaitu
a. Transport nutrien, oksigen, hormon ke sel-sel di seluruh tubuh dan membuang sampah metabolisme (karbon dioksida, nitrogen, bahkan panas).
b. Perlindungan tubuh oleh sel darah putih, antibodi dan protein komplemen yang selalu bersirkulasi di dalam jaringan pembuluh darah dan mempertahankan tubuh melawan mikroba asing dan racun. Mekanisme pembekuan darah juga untuk melindungi tubuh agar tidak kehilangan darah terlalu banyak ketika cidera.
c. Pengaturan suhu tubuh, pH cairan, dan kandungan air sel.
Banyak kan fungsi darah itu?. Fungsi darah ini teryata spesifik dijalankan oleh komponen darah tertentu saja. Jadi seperti terjadi pembagian tugas yang harmonis dan saling mendukung proses di dalam tubuh manusia. Baiklah kita pelajari lebih lanjut mengenai jenis sel darah.

Di dalam darah, terdapat dua kelompok besar yaitu sel darah dan plasma darah. Sel darah itu sendiri berarti sebuah komponen darah yang memiliki wujud dan fungsi sel. Sedangkan plasma darah sebenarnya merupakan matriks, atau yang biasa disebut yang pengisi ruang. Gak lucu kan kalau sel-sel darah saling rapat satu sama lain trus bagaimana mengalirnya lewat pembuluh darah dong, macet nanti. Oleh karenanya harus ada zat pengisi diantara sel-sel darah yang disebut plasma darah.
Sel darah dibagi menjadi tiga kelompok yaitu sebagai berikut

Sel darah merah (eritrosit)


Sel darah merah memiliki fungsi spesifik yaitu sebagai pengangkut nutrien, oksigen dan hormon serta mengangkut pula sampah sisa metabolisme. Eritrosit mengandung protein hemoglobin yang tugasnya mengikat oksigen dan karbon dioksida. Untuk proses lebih lengkapnya akan saya bahas di artikel khusus tersendiri karena butuh pembahasan yang lebih detail. Dengan adanya hemoglobin inilah yang menjadikan darah kita berwarna merah.



Eritrosit bentuknya seperti donat pipih namun pusatnya tidak bolong hanya lebih tipis saja. Dengan bentuk seperti demikian menjadikan sel darah merah sangat baik untuk membawa oksigen dan karbon dioksida, serta memberikan fleksibilitas yang tinggi ketika melewati pembuluh darah kapiler yang sempit.

Sel darah putih (leukosit)

Tidak seperti sel darah merah, leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh dari mikroba asing dan racun. Leukosit ditemukan dalam pembuluh darah, namun beberapa diantaranya secara permanen meninggalkan aliran darah memasuki jaringan untuk menyerang mikroba atau racun, sementara jenis lainnya secara fleksibel keluar masuk pembuluh darah. Leukosit dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu granulosit (bergranula) dan agranulosit (tanpa granula).

a. Granulosit
Merupakan kelompok leukosit yang di dalam sitoplasmanya terdapat granula dan memiliki bentuk inti sel berlobus-lobus. Leukosit yang termasuk jenis ini yaitu neutrofil, eosinofil, basofil.
b. Agranulosit.
Leukosit jenis ini memiliki ciri tiidak bergranula di sitoplasmanya dan memiliki inti yang tidak berlobus. Limfosit dan monosit merupakan jenis sel darah putih agranulosit.

Keping darah (Trombosit)

Keping darah merupakan komponen yang berbeda dengan kedua komponen darah di atas, karena keping darah terbentuk dari pecahan megakariosit. Keping darah tidak memiliki inti dan terdiri atas sitoplasma (dengan organela berjumlah sedikit) yang dibungkus oleh membran plasma. Keping darah memiliki fungsi utama yaitu memperbaiki pembuluh darah yang rusak dan melepaskan enzim untuk menghentikan pendarahan.

Plasma Darah

Plasma darah merupakan bagian cair dari darah. Kandungan utamanya adalah air (90%) dan protein sekitar 8%. Fungsi dari plasma darah yaitu sebagai zat pengisi sehingga sel darah bisa mengalir lancar di pembuluh darah dan menampung elektrolit seperti ion natrium, kalsium, klorid, dan bikarbonat. Selain itu juga biasanya ditemukan pula oksigen dan karbon dioksida yang terlarut di dalamnya. Plasma darah juga memiliki komponen serum yaitu material cair yang tersisa setelah protein pembekuan darah diambil dari plasma sebagai akibat pembekuan darah.

Dari berbagai sumber.

Kalau kurang jelas, kirim komentar di bawah ini lewat account facebook.

Copyright © Biology In Mind
Theme by BloggerThemes & NewWPThemes | Supported by BIM