Keselamatan Kerja Laboratorium


Laboratorium IPA baik itu Biologi, Fisika, dan Kimia, memiliki standar tersendiri mengenai keselamatan kerja. Pengguna lab diharapkan mengetahui dan melaksanakan dengan patuh segala standar keselamatan kerja di lab. Dengan mematuhi standar tersebut, pengguna terbebas dari resiko kecelakaan. Banyaknya alat dan bahan yang digunakan di laboratorium merupakan resiko besar jika tidak disertai dengan pengetahuan mengenai keselamatan kerja.
Laboratorium IPA
Sebenarnya, keselamatan kerja sangat erat kaitannya dengan cara penggunaan alat dan bahan di laboratorium dan bagaimana cara memberikan pertolongan pertama setelah terjadi kecelakaan kerja. Penanggung jawab kegiatan di laboratorium harus memenuhi kompetensi ini karena semua kegiatan di lab di bawah pengawasannya. Lebih singkatnya, keselamatan kerja di laboratorium di bagi menjadi dua garis besar yaitu sebagai berikut.

  1. Keselamatan kerja Alat laboratorium
Alat laboratorium terbagi menjadi dua golongan yaitu alat berbahan gelas (kaca) dan alat berbahan selain gelas. Untuk alat-alat yang terbuat dari material gelas harus lebih hati-hati ketika digunakan. Pengguna harus menggunakannya dengan memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Alat gelas
1). Alat gelas rawan pecah sehingga harus ditempatkan pada wadah yang stabil dan tidak mudah patah.
2). Alat gelas yang dipanaskan di atas api langsung harus menggunakan bahan “PIREX”, untuk yang dipanaskan di atas api tidak langsung (menggunakan kaki tiga dan kasa) dapat menggunakan bahan lainnya.
3). Alat gelas memiliki batasan suhu yang dianjurkan ketika bekerja, bahan “PIREX” dapat dimasukkan kedalam oven dengan aman sedangkan bahan lain perlu dilihat pada buku manualnya terlebih dahulu. Kaca maksimal ditempatkan pada ruangan bersuhu 500 Celcius tanpa perubahan bentuk.
4). Alat gelas lebih tahan terhadap bahan kimia seperti asam kuat (pekat) maupun basa kuat dan tidak menyebabkan kontaminasi. Alat gelas lebih baik jika dibandingkan dengan logam karena tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia.
5). Baca petunjuk manual dari masing-masing alat gelas sebelum bekerja.
b. Alat selain gelas
Alat selain gelas umumnya berbahan dasar logam.Alat selain berbahan gelas tidak memiliki rambu-rambu keselamatan kerja yang spesifik karena alat-alat tersebut lebih tahan terhadap kerusakan fisik dan cenderung tidak berbahaya. Akan tetapi, alat selain gelas memiliki paling tidak dua batasan yaitu:
1). Perhatikan suhu maksimal dari alat selain gelas. Alat-alat pengukur volum berbahan logam mungkin dapat menghasilkan perhitungan yang kurang akurat ketika digunakan pada suhu tinggi atau rendah. Biasanya suhu ruang sekitar 19 – 35 celsius merupakan suhu optimal.
Alat selain gelas berbahan dasar plastik (seperti gelas ukur dan corong plastik) memiliki batasan suhu ketika digunakan karena bahan plastik cenderung berubah bentuk pada suhu tinggi di atas 150 celsius.
2). Alat selain gelas berbahan dasar logam rawan mengalami korosi. Cek fisik dari alat-alat tersebut secara rutin untuk memastikan fungsinya berjalan normal. Alat seperti jangka sorong, mikrometer skrup, bahkan bunsen kaleng dapat mengalami disfungsi jika dibiarkan terkorosi. Khusus alat syringe dan jarum, jika telah mengalami korosi sebaiknya dibuang karena dapat berakibat fatal ketika terjadi kecelakaan dan mungkin mengakibatkan infeksi.
Untuk keselamatan kerja bahan laboratorium ada pada posting artikel selanjutnya.
Copyright © Biology In Mind
Theme by BloggerThemes & NewWPThemes | Supported by BIM