Skip to main content

Jaringan Tumbuhan

Berdasarkan jumlah keping biji sewaktu perkecambahan, tumbuhan tingkat tinggi dibedakan menjadi 2 macam yaitu dikotil dan monokotil
Dikotil (tumbuhan berkeping dua)
Monokotil (tumbuhan berkeping tunggal)
Tumbuhan tinggi terdiri dari daun, batang, akar dan tersusun dari berbagai macam jaringan.
1. Daun
Daun berfungsi untuk fotosintesis sehingga daun dapat diumpamakan seperti dapur. Proses fotosistesis menyerap CO2 dari udara kemudian dengan adanya sinar matahari merubah mineral menjadi zat organik dengan hasil sampingan berupa gas Oksigen
Secara Rumus sederhana yaitu CO2 + H2O + Cahaya Matahari = Glukosa + O2
Secara morfologi, daun terdiri dari pelepah daun (vagina), tangkai daun (ptiolus) dan helaian daun (lamina). Daun yang memiliki ketiga bagian daun tersebut dikenal dengan daun lengkap. Contoh daun lengkap yaitu Musa paradisiaca (pisang) yang memiliki pelepah, tangkai dan helaian daun. Sedangkan daun tidak lengkap yaitu daun Mangifera indica (mangga) yang tidak memiliki pelepah daun.
 
< Daun Musa paradisiaca

Jika pada tangkai hanya terdapat satu helaian daun, seperti pada daun Musa dan Mangifera disebut sebagai daun tunggal. Sebaliknya jika dalam tangkai bercabang-cabang dan pada cabang tersebut terdapat daun disebut daun majemuk.


Daun majemuk pada Mimosa pudica >












Jaringan pada daun

a. Epidermis
Epidermis daun terdapat dipermukaan atas dan bawah daun. Epidermis atas biasanya dilindungi oleh lapisan tipis kutikula yang fungsinya untuk mengurangi penguapan. Epidermis bawah daun memiliki ciri khas yaitu terdapat stomata. Stomata berfungsi untuk jalur keluar masuknya gas di daun. Walaupun stomata biasanya terdapat di bawah daun tetapi pada beberapa tumbuhan seperti tumbuhan air (teratai dsb) pada bagian atas daun juga terdapat stomata. Pada stomata juga ditemukan klorofil. Stomata biasanya dilindungi oleh sel pelindung.

b. Mesofil daun
Mesofil merupakan bagian utama dari daun. Pada bagian mesofil terdapat pembuluh angkut (xylem dan floem), jaringan parenkim (bunga karang), dan jaringan plisade (tiang). Klorofil biasanya banyak ditemukan dalam jaringan bunga karang dan palisade. Jaringan tiang terbentuk dari sel palisade berbentuk silinder memanjang yang tersusun rapat. Jaringan bunga karang berbentuk tidak teratur dan terdapat rongga antar sel (celah antar sel) sehingga jaringan ini lebih longgar dibanding jaringan tiang. Jumlah klorofil pada jaringan tiang lebih banyak dibandingkan pada jaringan bunga karang.

2. Batang
Batang merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi untuk menegakkan tumbuhan dan atau menyalurkan zat hara dari dalam tanah (melalui akar) sehingga sampai pada daun. Batang sendiri terdiri dari epidermis, korteks, dan stele. Batang merupakan tempat melekatnya alat-alat lateral seprti daun dan tunas, bunga dsb. Bagian bagian batang terdiri atas beberapa jaringan yaitu sebagai berikut.

a. Epidermis
    Epidermis terdiri dari satu lapisan sel yang tersusun dengan sangat rapat. Fungsinya sebagai pelindung pada lapisan di dalamnya. Epidermis biasanya juga terlindungi oleh lapisan kutikula yang mencegah terjadinya penguapan yang berlebihan sehingga batang tidak menjadi kering.
b. Korteks
     Korteks merupakan bagian yang berada pada daerah antar epidermis dan stele. Korteks batang biasanya terdiri dari sel parenkim yang berisi kloroplas. Sel parenkim berbentuk bulat, memiliki dinding tipis, dan memiliki vakuola yang besar. Jaringan parenkim juga dapat digunakan tumbuhan untuk menyimpan hasil respirasi sementara.
c. Stele
     Stele merupakan bagian terdalam pada struktur batang. Lapisan terluar stele merupakan perisikel atau perikambium. Di dalam perikambium terdapat parenkim empulur dan ikatan pembuluh. Posisi xylem dan floem di dalam berkas pembuluh. Batang dikotil memiliki empulur yang tersusun atas sel-sel parenkim dan biasanya berfungsi untuk menyimpan tempat cadangan makanan.

Comments

TEMAN ANDA JUGA MEMBACA :

Tahap Proses Pembentukan Darah Manusia

Di dalam tubuh kita terdapat darah yang berfungsi untuk menyalurkan sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengumpulkan sampah dari jaringan tubuh kemudian dikeluarkan melalui paru-paru dan ginjal. Namun pernahkah kalian tahu bagaimana darah itu terbentuk?

Hemopoiesis (hematoiesis) yaitu proses pembentukan elemen-elemen berwujud darah. Proses pembentukan ini terutama terjadi di sumsum tulang merah misalnya di epifisis tulang panjang (pangkal lengan dan tulang paha), tulang pipih (tulang rusuk dan tulang kranium), vertebra dan tulang panggul. Di dalam sumsum tulang merah, sel hemasitoblas membelah menjadi sel “blas”. Sel-sel ini kemudian menjadi elemen berwujud darah dengan tergolong menjadi beberapa kelompok.

Eritropoiesis.

Eritropoiesis, yaitu proses pembentukan darah khususnya darah merah (eritrosit). Proses ini dimulai dengan terbentuknya proeritroblas yang berasal dari sel hemopoitik. Setelah 3-5 hari, beberapa berkembang dengan proliferasi ribosom (pengganda…

Standar Tata Tertib Guru dan Siswa Laboratorium IPA

Tata tertib menjadikan suatu keharusan adanya karena laboratorium merupakan tempat yang berisi alat dan bahan yang mungkin bisa berbahaya jika digunakan. Ketertiban harus dilaksanakan oleh setiap pengguna lab baik itu guru maupun siswa. Berikut tata tertib standar yang ada di laboratorium IPA (Biologi, Fisika, dan Kimia). Anda dapat menambahkan lebih detail lagi sesuai dengan kebutuhan. ( BAGI GURU )
1. Berilah penjelasan kepada siswa sehingga siswa mau menghayati tata tertib laboratorium bagi siswa .
2. Awasilah siswa yang sedang melaksanakan kegiatan Lab.
3. Berusahalah agar siswa penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi siswa.
6. Beritahukanlah pada siswa pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larang…

Hubungan IPA dasar, IPA terapan, Teknologi

Ilmu dalam bidang IPA dan pemanfaatannya dapat kita bedakan dalam IPA dasar atau murni, IPA terapan, dan teknologi. IPA dasar, IPA terapan, dan teknologi mengkaji bahan pokok yang sama, yaitu alam. Perbedaan ketiganya terletak pada aspek yang dikajinya.
Menurut Amor et al. (1988) ilmuwan IPA dasar mencoba untuk memahami bagaimana alam bekerja. Sedangkan ilmuwan IPA terapan mencoba mencari cara untuk mengendalikan cara alam bekerja. Ahli teknologi memanfaatkan penemuan IPA dasar dan IPA terapan untuk membuat alat guna mengendalikan cara alam bekerja. Menurut White & Frederiksen (2000) IPA dapat dipandang sebagai proses untuk membentuk hukum, model, dan teori yang memungkinkan orang untuk memprediksi, menjelaskan, dan mengendalikan tingkah laku alam.

Konsep-konsep IPA dasar terbentuk dari keingintahuan mengenai sesuatu yang belum diketahui orang, keingintahuan itu menuntun ke arah mencari prinsip atau teori yang dapat diperoleh dari hasil pengkajian, yaitu melalui percobaan. Pengk…